wir on October 20th, 2014

wir on July 10th, 2011

Dalam bidang ilmu komputer, recommender system merupakan domain penelitian yang relatif masih baru. Semula hanya merupakan topik penelitian dari beberapa bidang yang lain seperti cognitive science, approximation theory, information retrieval system, forecasting theory, management science dan consumer choice modeling. Baru pada pertengahan tahun 1990-an recommender system menjadi domain penelitian tersendiri, yaitu saat para peneliti fokus pada persoalan rekomendasi yang mengandalkan rating. Istilah collaborative filtering pertama kali dimunculkan untuk mendeskripsikan e-mail filtering system yang disebut dengan Tapestry.

Analisis dan klasifikasi recommender system didasarkan pada dua pendekatan, yaitu spasial dan fungsional. Pendekatan spasial menghasilkan klasifikasi recommender system berdasarkan domain aplikasinya, sedangkan pendekatan fungsional akan menghasilkan taksonomi recommender system berdasarkan metode atau teknik yang digunakan dalam mengembangkan suatu sistem. Taksonomi recommender system berakar pada faktor user profile. Berkaitan dengan user profile, terdapat dua tahapan penting yang harus dijalankan dalam setiap  recommender system, yaitu profile generation and maintenance dan profile exploitation.

Hasil kajian literatur recommender system berbasis collaborative filtering menunjukkan adanya keragaman topik permasalahan yang ingin diselesaikan. Paling tidak ada empat topik utama yang teridentifikasi yaitu : arsitektur dan keamanan sistem, peningkatan kinerja komputasi, perbaikan akurasi prediksi dan diversitas rekomendasi.

wir on February 7th, 2010

Ledakan informasi pada jaringan internet menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan informasi yang cepat dan relevan dengan kebutuhannya. Untuk itu diperlukan sistem yang dapat mengakses dan menemukan informasi seperti yang dikehendaki. Dalam proses pencarian informasi terdapat dua tipe pencari. Tipe pertama adalah pencari yang sudah memiliki referensi yang jelas informasi apa yang hendak dicari. Tipe seperti ini cukup dibantu dengan mesin pencari (search engine). Sedangkan tipe kedua adalah seseorang yang tidak berbekal referensi, namun hanya memiliki topik tertentu. Pencari tipe kedua ini dapat dipastikan mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi yang dimaksud. Oleh karena itu, dia tidak cukup dibantu hanya dengan search engine tetapi juga memerlukan suatu sistem penyedia rekomendasi (recommender system) dalam menemukan informasi yang diinginkan.

Recommender system membantu kita dalam mengatasi masalah information overload dengan menyediakan saran-saran bersifat personal berdasarkan pada history perilaku pengguna sebelumnya.  Ada dua pendekatan dalam membangun recommender system, yaitu Collaborative Filtering (CF) dan Content-Based (CB).

Recommender System dengan pendekatan CF akan bekerja dengan cara menghimpun feedback pengguna dalam bentuk rating bagi item-item dalam suatu domain yang diberikan dan memanfaatkan kemiripan dan perbedaan antar profil dari beberapa pengguna dalam menentukan bagaimana merekomendasi suatu item.

Recommender System dengan pendekatan CB akan menyediakan rekomendasi dengan cara membandingkan representasi content (isi) yang dikandung oleh suatu item terhadap representasi isi dari item menarik pengguna.

Pendekatan CB dapat secara unik mencirikan setiap pengguna,  tetapi pendekatan CF memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

  • Pendekatan CF dapat bekerja dalam domain dimana terdapat sedikit content yang berasosiasi dengan item atau ditempat dimana content sulit dianalisis menggunakan komputer seperti ide, opini, dll.
  • Pendekatan CF mempunyai kemampuan untuk menyediakan rekomendasi yang tidak terduga atau tidak disengaja, misalnya dapat merekomendasikan item yang relevan kepada pengguna sekaligus tidak mengandung content dari profil pengguna tersebut.

Karena alasan itulah, pendekatan CF banyak digunakan untuk mengembangkan sistem penyedia rekomendasi dalam berbagai domain.  Namun bukan berarti CF tidak punya kelemahan. Ada dua masalah utama dari pendekatan CF, yaitu masalah sparsity dan masalah first-rater.

Masalah SPARSITY.

Masalah ini  muncul jika sebagian besar pengguna tidak memberikan penilaian atau rating pada banyak item, sehingga matrik rating user-item yang digunakan dalam proses pencarian kemiripan antar pengguna menjadi sangat sparse.  Kalau kondisi tersebut terjadi, kemungkinan mendapatkan himpunan pengguna dengan rating sangat mirip akan rendah. Kasus demikian sering terjadi ketika sistem mempunyai rasio item-to-user sangat tinggi. Masalah ini juga terjadi saat sistem berada pada tahap awal pemanfaatan, belum ada pengguna yang memberikan rating, juga saat terdapat penambahan item baru yang tentu belum ada ratingnya.

Masalah FIRST-RATER.

Dalam pendekatan CF, suatu item tidak direkomendasikan kecuali telah ada pengguna yang memberikan rating kepadanya terlebih dahulu. Masalah ini berlaku terhadap item-item baru dan juga item-item yang tidak jelas atau tak dikenali. Kondisi yang demikian ini tentu akan merugikan pengguna, terutama yang memiliki wawasan luas dan ingin memilih dari berbagai sumber atau item.

Read the rest of this entry »

wir on October 16th, 2009

Ini kiriman dari seorang teman.

Dialog berikut ini lumayan untuk belajar bahasa Inggris.

Caller : Hello, can I speak to Annie Wan (anyone) ?
Operator : Yes, you can speak to me.
Caller : No, I want to speak to Annie Wan (anyone)!
Operator : You are talking to someone! Who is this?
Caller : I’m Sam Wan (Someone). And I need to talk to Annie Wan (anyone)! It’s urgent.
Operator : I know you are someone and you want to talk to anyone! But what’s this urgent matter about?
Caller : Well… just tell my sister Annie Wan (anyone) that our brother Noe Wan (no one) was involved in an accident. Noe Wan (no one) got injured and now Noe Wan (no one) is being sent to the hospital. Right now, Avery Wan (everyone) is on his way to the hospital.
Operator : Look if no one was injured and no one was sent to the hospital, then the accident isn’t an urgent matter! You may find this hilarious but I don’t have time for this, you moron!

Caller : You are so rude! Who are you?
Operator : I’m Saw Lee (Sorry).
Caller : Yes! You should be sorry. Now give me your name!!

………………..argh………. cepe dech!  he…he…he…

wir on October 14th, 2009

Rapat Koordinasi Nasional APTIKOM 2009  akan diselenggarakan pada tanggal 17-19 November 2009 dengan mengambil tempat di Hotel Ritzy, Menado, Sulawesi Utara.  Tema Rakornas APTIKOM tahun ini adalah “Strategi Meningkatkan Daya Saing Lulusan Informatika dan Komputer Indonesia: Melalui National Qualifications Framework menuju Komunitas Best Practices”.

Beberapa issue yang akan dibahas dalam Rakornas APTIKOM 2009 antara lain :

  1. Model “National Qualifications Framework” untuk Rumpun Ilmu Informatika dan Komputer yang berlaku secara nasional dan mengikat bagi seluruh program studi yang terkait dengannya;

  2. Panduan dan Tata Cara Penyelenggaraan Mata Kuliah berbasis E-Learning untuk kalangan terbatas maupun nasional (Program E-Bursa APTIKOM) yang selaras dengan prinsip Sistem Pendidikan Nasional – terutama dalam kaitannya dengan mekanisme credit transfer dan credit earning;

  3. Ragam contoh dan template kurikulum bidang studi Sistem Komputer, Ilmu Komputer/Teknik Informatika, Sistem Informasi, Rekayasa Piranti Lunak, dan Teknologi Informasi berdasarkan Panduan Penyusunan Kurikulum Rumpun Ilmu Informatika dan Komputer 2008 yang berbasis Multi-Source Learning;

  4. Pemetaan model kurikulum kelima bidang studi tersebut dengan 220 jenis profesi bidang informatika dan komputer yang dikenal oleh dunia industri;

  5. Surat Keterangan dari pihak APTIKOM dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terkait dengan hal-hal sebagai berikut:
    a.Kode ESPBED untuk kelima bidang studi pada rumpun ilmu informatika dan komputer dengan segala variasi dan penjelasanya;
    b.Terminologi bidang studi dan program studi yang ditekuni mahasiswa dan pemetaan kompetensinya, untuk mendukung kebutuhan persyaratan proses rekrutmen Pegawai Negeri (Sipil) dan sejenisnya;
    c.Implementasi E-Bursa Nasional APTIKOM dengan mekanisme credit transfer dan credit earning yang diakui oleh Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia; dan
    d.Nomenklatur yang terkait dengan gelar akademik, vokasi, maupun profesional yang disepakati bersama.

  6. Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga APTIKOM yang telah direvisi dan diadopsi berdasarkan kebutuhan APTIKOM Wilayah;

  7. Struktur dan konten database alamat serta profil Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer se-Indonesia yang disampaikan dalam sebuah “Directory Book APTIKOM 2009-2010”; dan

  8. Langkah-langkah dan Program Kerja Jangka Pendek yang akan dilakukan oleh APTIKOM Pusat dan Wilayah selama tahun 2010 – serta persiapan Musyawarah Nasional APTIKOM 2010 yang akan diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.

Bersamaan dengan Rakornas ini akan diselenggarakan pula “Call for Paper” dengan mengambil tema utama “Building the National Competitive Advantage through Producing World-Class ICT Workers in Indonesia: the Proposed Strategy and Implementation”

Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran dan berbagai hal terkait dengan program ini dapat dilihat pada website STMIK Parna Raya atau situs resmi Aptikom.

wir on September 9th, 2009

Ternyata cukup lama juga saya tidak meng-up date blog ini. Alasannya klasik, sibuk dengan berbagai aktivitas 🙂 Beberapa hari yang lalu saya sudah berjanji kepada teman, sahabat dan mahasiswa untuk meluangkan waktu menulis kembali dalam blog ini. Janji harus ditepati, itu salah satu prinsip hidup yang harus dipegang agar kita bisa menjaga kehormatan diri.

Kebetulan saja sejak tadi sore sampai tengah malam (tepatnya menjelang pagi) ini saya masih asyik membaca beberapa paper dari proceeding oleh-oleh bu Dewi Wisnu Wardani yang baru saja pulang dari tugas belajar  di NCKU Taiwan. Setelah saya lihat di kalender ternyata sudah masuk hari Rabu, 09-09-2009. Tidak ada yang istimewa dari angka tersebut kecuali mudah diingat.

Insya Allah besok pagi saya akan mulai mem-posting tulisan. Sementara saya batasi dalam tiga kategori saja, yaitu kuliah, riset dan cermin. Kategori KULIAH merupakan media untuk komunikasi dengan adik-adik mahasiswa. Kategori RISET akan saya isi dengan gagasan, makalah dan referensi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Sedangkan kategori CERMIN berisi tulisan ringan yang berisi nasihat agar kita mau bercermin pada peristiwa masa lalu.

Skip to toolbar